Gundahku menyesak kalbu
Ingin ku sembunyi dari semua mimpi
Namun dia datang tanpa mampu kecegah lagi
Hempaskan diri dalam harap dan asa yang membahana
tinggi dalam awang
Kugapai dalam letih
Tuhanku....
Hanya pada Mu ku pohonkan doa
Smoga asa kan menjadi nyata....
Selasa, 16 Maret 2010
Rabu, 06 Januari 2010
Rabu, 16 Desember 2009
My Poem 5
Akh!
Detik demi detik telah berlalu
Begitu lelah aku mengejarmu
Berharap kau berpalinmg sejenak
dan berhenti....
Namun bak batu karang kau tegarkan diri
Adakah kau perduli?
Dan kini kusadari
tiadalah mampu ku berlari lagi
Biar kudisini mendekap mimpi
Detik demi detik telah berlalu
Begitu lelah aku mengejarmu
Berharap kau berpalinmg sejenak
dan berhenti....
Namun bak batu karang kau tegarkan diri
Adakah kau perduli?
Dan kini kusadari
tiadalah mampu ku berlari lagi
Biar kudisini mendekap mimpi
My poem 4
Aku yang sendiri
Membawa pikiran realita magis tak kukenal
Aku yang sendiri
Membawa mimpi keruang dan waktu yang jauh
Aku yang sendiri
Membawa asa dalam duka
Menabur harap yang tak berbunga
Aku yang sendiri
Membawa caci pada diri
Biarkan waktu berlalu tanpa arti
Dan aku berlalu tanpa henti...
Bersembunyi dari cinta yang mati
Membawa pikiran realita magis tak kukenal
Aku yang sendiri
Membawa mimpi keruang dan waktu yang jauh
Aku yang sendiri
Membawa asa dalam duka
Menabur harap yang tak berbunga
Aku yang sendiri
Membawa caci pada diri
Biarkan waktu berlalu tanpa arti
Dan aku berlalu tanpa henti...
Bersembunyi dari cinta yang mati
Rabu, 09 Desember 2009
My Poem 3
Bianglala....
Guratmu dalam senja temaram
Mengukir jingga yang buram
Kepak camar lelah kembali
pantai senyab
debur ombak menepi
Takbir menyusup sukma
Dalam haru biru bersujud
keluhkan rasa yang menyiksa jiwa
dan langkah pun henti dalam damaiNya
Guratmu dalam senja temaram
Mengukir jingga yang buram
Kepak camar lelah kembali
pantai senyab
debur ombak menepi
Takbir menyusup sukma
Dalam haru biru bersujud
keluhkan rasa yang menyiksa jiwa
dan langkah pun henti dalam damaiNya
My Poem 2
Ilalang resah ilalang gelisah
Dalam tiupan angin.... meliuk....
menari tak berhenti
Aku pun terperangkap dalam lautan padangmu
Seluruh tubuhku pedih
tersayat tajam daunmu
Bunga putihmu hanyalah semu
yang terbang bersama angin.
Ilalang resah ilalang gelisah
kembali menari dalam terik mentari
tiada dosa kau campakan aku yang terluka
Pedih perih tak terperi
Aku gapai tepi
Dan ... padang pun terlewati
menyisakan luka dan lara
yang kan terobati.....
seiring waktu yang mengalir dalam sepi
Dalam tiupan angin.... meliuk....
menari tak berhenti
Aku pun terperangkap dalam lautan padangmu
Seluruh tubuhku pedih
tersayat tajam daunmu
Bunga putihmu hanyalah semu
yang terbang bersama angin.
Ilalang resah ilalang gelisah
kembali menari dalam terik mentari
tiada dosa kau campakan aku yang terluka
Pedih perih tak terperi
Aku gapai tepi
Dan ... padang pun terlewati
menyisakan luka dan lara
yang kan terobati.....
seiring waktu yang mengalir dalam sepi
Minggu, 15 November 2009
My Poem
AKU MULAI DARI SINI
KUHITUNG LANGKAH DAN BERLALU
GADIS BELIA MENUNGGU JEJAKA IMPIAN TERSIPU
GEMURUH MENGGUNCAH KALBU
ADA LUKA MENGANGA DALAM BILIK RINDU
MENGHARAP PELANGI MENGHANTAR BIDADARI
MENJADI MIMPI YANG TIADA BERTEPI
LARA DIHATI....
CIPTAKAN NGARAI DISUDUT MATA
DAN MENGALIR DI DALAM SEPI
KUHITUNG LANGKAH DAN BERLALU
GADIS BELIA MENUNGGU JEJAKA IMPIAN TERSIPU
GEMURUH MENGGUNCAH KALBU
ADA LUKA MENGANGA DALAM BILIK RINDU
MENGHARAP PELANGI MENGHANTAR BIDADARI
MENJADI MIMPI YANG TIADA BERTEPI
LARA DIHATI....
CIPTAKAN NGARAI DISUDUT MATA
DAN MENGALIR DI DALAM SEPI
Langganan:
Postingan (Atom)